Memiliki
impian untuk menjadi penulis membuat saya berupaya melakukan banyak hal menuju
impian itu. Saya membaca semakin banyak. Saya ikut berbagai pelatihan, dan
bahkan mencoba ikut aktif dalam organisasi jurnalistik. Sayangnya, lagi-lagi
saya terbentur aturan dari mama. Saya tidak boleh pulang malam. Harus membantu
di butik yang mama kelola, dan sejumlah aturan lainnya yang saya biarkan
menjadi belenggu bagi diri saya.
Sejujurnya
setelah saya pikir lagi, saya sebenarnya bisa menyiasati ini. Sayalah yang
kurang keras berusaha. Sayalah yang tidak memiliki disiplin diri. Sayalah yang
tidak taktis dalam menghadapi situasi.
Intinya
sekali lagi, jalan itu kembali berhadapan dengan jurang tanpa jembatan yang
terlihat di hadapan saya. Saya lupa bahwa bisa jadi saya hanya perlu melewati
sedikit jalur memutar untuk menemukan jembatan kokoh dan melewati jurang
tersebut.